Rabu, 28 November 2018

Pengertian Konsep Keperawatan Menurut Dorothea Elizabeth



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Orem
    Dorothea Elizabeth Orem lahir pada tahun 1914 di Baltimore, Maryland.
Pendidikan: Diploma (awal tahun 1930), Pendiri Hospital School Of Nursing, Washington DC; Orem mendapat Titel BSN Ed (1939) dan MSN Ed (1945) di The Catholic University of America, Washington DC. Orem mendapat gelar kehormatan: Dokter Ilmu Pengetahuan dari Georgetown University (1976) dan Pendiri Perguruan Tinggi di San Antonio, Texas (1980); Dokter Surat kemanusiaan dari Illinois Wesleyan University, Bloomington, Illinois (1988); Gelar kehormatan dokter, University of Missouri-Columbia (1998). Dr. Orem melanjutkan untuk aktif dalam pengembangan teori. Dia menyelesaikan edisi ke-6 dari keperawatan: konsep praktek, yang diterbitkan oleh Mosby pada Januari 2001.
    Dorothea E. Orem meninggal pada 22 Juni 2007 di kediamannya di Savannah, USA. Orem meninggal pada umur 93 tahun. Dunia keperawatan telah kahilangan seorang ahli dan dianggap sebagai orang terpenting serta memiliki wawasan yang sangat luas di bidang keperawatan.
Dalam bidang keperawatandapat dikatakan bahwa ahli Keperawatan dari Amerika, Dorothea E Orem, termasuk salah seorang yang terpenting diantara orang yang mengembangkan pandangan dalam bidang Keperawatan.
Dorothea Orem melihat bahwa perawatan propesional mendapat bantuan pengambil alihan tugas sebahagian atau pun keseluruhan atau perawatan diri atau perawatan.

B.      Latar Belakang Singkat Teori Orem
          Keperawatan   sebagai   pelayanan   profesional,   dalam   aplikasinya   harus
dilandasi   oleh   dasar   keilmuan   keperawatan   yang   kokoh.   Dengan   demikian
perawat   harus   mampu   berfikir   logis,   dan   kritis   dalam   menelaah   dan
mengidentifikasi fenomena respon manusia. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan
dan ketrampilan.  Berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien, antara
lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan.
Dan tiap model  dapat  digunakan   dalam   praktek keperawatan  sesuai   dengan
kebutuhan.
          Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik,
memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variable-variable utama yang
mempengaruhi situasi klien. Langkah-langkah yang harus dilakukan   perawat
dalam  memilih   model   keperawatan   yang   tepat  untuk   kasus   spesifik   adalah
sebagai berikut :
1. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien, umur, pola
hidup dan aktivitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami
keunikan pasien.
2. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa
asumsi yang melandasi, definisi konsep dan hubungan antar konsep.
Dari beberapa model konsep, salah satu diantaranya adalah model self care
yang  diperkenalkan   oleh   Dorothea   E.  Orem.   Orem   mengembangkan   model
konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya
dengan judul "Nursing Conceps of Practice Self Care". Model ini pada awalnya
berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada
multi person's unit (keluarga, kelompok dan komunitas) . Teori ini merupakan
teori   pelayanan   keperawatan   yang   sangat   penting   ketika   klien   tidak   dapat
memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, perkembangan, atau social .

C.      Rumusan Masalah
1.      Apa makna yang dapat kita ambil dari Model konsep atau teori keperawatan
self care?
2.      Apa pengertian dari teori dorothea orem?
3.      Sebutkan macam-macam teori self care?
4.      Untuk menerapkan teori dorothea orem diperlukan apa saja?

D.     Tujuan Penulisan
1.    Untuk memenuhi tugas dari dosen dalam teori konsep dasar keperawatan
2.    Untuk mengetahui makna dari konsep dorothea Orem
3.    Untuk mengetahui pengertian dari dorothea Orem
4.    Untuk mengetahui macam-macam teori self care
5.    Untuk mengetahui apa saja yang diperlukan dari teori model dorothea orem



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Biografi Dorothea E. Orem
Dorothea E. Orem menjalani  pendidikan sekolah perawatan di rumah sakit
Providence di Washington DC. Lulus Sarjana Muda tahun 1930. Lulus Master
tahun 1939 pendidikan keperawatan. Tahun 1945 bekerja di Universitas Katolik di
Amerika   selama   perjalanan   kariernya   ia   telah   bekerja   sebagai   staf   perawat,
perawat tugas pribadi, pendidik, administrasi keperawatan dan sebagai konsultan
(1970).
1. Tahun   1958-  1959   sebagai  konsultan   di  Departemen   kesehatan  pada
bagian pendidikan kesejahteraan dan berpartisipasi pada proyek pelatihan
keperawatan
2. Tahun 1959 konsep perawatan Orem dipublikasikan pertama kali
3. Tahun   1965   bergabung   dengan   Universitas   Katolik   di   Amerika
membentuk model teori keperawatan komunitas
4. Tahun   1968   membentuk   kelompok   konferensi   perkembangan
keperawatan,   yang   menghasilkan   kerja   sama   tentang   perawatan   dan
disiplin keperawatan
5. Tahun 1976 mendapat gelar Doktor Honoris Causa
6. Tahun 1980 mendapat gelar penghargaan dari alumni Universitas Katolik
Amerika tentang teori keperawatan
7. Selanjutnya   Orem   mengembangkan   konsep   keperawatan   tentang
perawatan diri sendiri dan dipulikasikan dalam keperawatan (Concept of
Pratice tahun 1971).
8. Tahun   1980   mempublikasikan   buku   kedua  yang   berisi   tentang   edisi
pertama diperluas pada keluarga, kelompok dan masyarakat.
9. Tahun 1985 mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang tiga teori,
yaitu   ;   Theory   self   care,   theory   self   care   deficit,   theory   system
keperawatan.

B.      Model Konsep Keperawatan Orem
      Model Keperawatan menurut Orem dikenal dengan Model Self Care. Model
Self Care ini memberi pengertian bahwa bentuk pelayanan keperawatan dipandang
dari   suatu   pelaksanaan   kegiatan   dapat   dilakukan   individu   dalam   memenuhi
kebutuhan   dasar   dengan   tujuan   memperthankan   kehidupan,   kesehatan,
kesejahteraan sesuai   dengan   keadaan  sehat   dan  sakit.   Model  keperawatan   ini
berkembang sejak tahun 1959-2001.
      Model Self Care (perawatan diri) ini memiliki keyakinan dan nilai yang ada
dalam   keperawatan   diantaranya   dalam   pelaksanaan   berdaarkan   tindakan   atas
keampuan.   Self   Care   didasarkan   atas   kesengajaan   serta   dalam   pengambilan
keputusan dijadikan sebagai pedoman dalam tindakan.
       Dalam   pemahaman   konsep   keperawatan   khususnya   dalam   pandangan
mengenai pemenuhan kebutuhan dasar, Orem membagi dalam konsep kebutuhan
dasar yang terdiri dari:
1. Air (udara): pemelihraan dalam pengambian udara.
2. Water (air): pemeliaraan pengambilan air
3. Food (makanan): pemeliharaan dalam mengkonsumsi makanan
4. Elimination (eliminasi): pemeliharaan kebutuhan proses eliminasi
5. Rest and Activity (Istirahat dan kegiatan): keseimbangan antara istirahat
dan aktivitas.
6. Solitude   and   Social   Interaction   (   kesendirian   dan   interaksi   sosial):
pemeliharaan   dalam   keseimbangan   antara   kesendirian   dan   interaksi
sosial.
7. Hazard  Prevention   (pencegahan   risiko):   kebutuhan   akan   pencegahan
risiko pada     kehidupan manusia dalam keadaan sehat .
8. Promotion of Normality.

C.  Teori Keperawatan Orem
Pandangan   teori   Orem   dalam   tatanan   pelayanan   keperawatan   ditujukan
kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri serta
mengatur   dalam   kebutuhannya.  Dalam   konsep   praktik   keperwatan   Orem
mengembangkan tiga bentuk teori Self Care, di antaranya :

1.       Perawatan Diri Sendiri (Self Care)
Orem berpendapat bahwa teori perawatan diri yang ia kemukakan,
merupakan   bagian   dari   model   konseptual   keperawatan   yang   dapat
diterapkan   oleh   semua   professional   yang   bekerja   di   bidang   layanan
kesehatan, seperti dokter, ahli fisioterapi, ahli terapi wicara, dll dalam
pandangan Orem, perawatan diri merupakan proses pribadi yang bersifat
unik, serta suatu langkah awal yang dilakukan oleh seorang perawat yang
berlangsung secara continue sesuai dengan keadaan dan keberadaannya ,
dan dipengaruhi oleh factor-faktor berikut ini :
a. usia
b. gender
c. kesehatan
d. pertumbuhan dan perkembangan
e. lingkungan social/budaya
f. sistem layanan kesehatan
g. keluarga
h. gaya hidup

Perawatan diri sendiri merupakan aktifitas yang praktis dari seseorang
dalam memelihara kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya.
Terjadi hubungan antar   pembeli   self   care   dengan  penerima   self  care
dalam hubungan terapi. Orem mengemukakan tiga kategori / persyaratan
self care yaitu :

2.       Kebutuhan perawatan diri universal / Universal self care requisite :
Hal yang umum bagi semua individu, seperti kebutuhan untuk
memastikan seseorang  bahwa  ia makan dan minum,  mendapat
istirahat   yang   cukup,   eliminasi,   serta  berkaitan  dengan   fungsi
kemanusian   dan   proses   kehidupan,   biasanya   mengacu   pada
kebutuhan   dasar   manusia.   Universal   self   care   requisite   yang
dimaksudkan adalah :
a. Pemeliharaan kecukupan intake udara
b. Pemeliharaan kecukupan intake cairan
c. Pemeliharaan kecukupan intake makanan
d. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
e. Pemeliharaan   keseimbangan   antara  solitut  dan   interaksi
sosial
f. Mencegah   ancaman   kehidupan   manusia,   fungsi
kemanusiaan dan kesejahteraan manusia.
g. Persediaan  asuhan   yang  berkaitan   dengan  proses-proses
eleminasi dan exrement.

3.       Kebutuhan perawatan diri pengembangan / Developmental self
care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan
individu   dan   lingkungan   dimana   tempat   mereka   tinggal,   yang
berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus
kehidupan.

  yang memerlukan ambulasi atau manipulasi gerakan, seperti pada
pasien yang fraktur   vetebrata   dan   pada  pasien   yang   tidak mampu
mengurus sendiri, membuat penilaian serta keputusan dalam self care-
nya dan pasien tersebut masih mampu melakukan melakukan ambulasi
dan mungkin dapat melakukan beberapa tindakan self care-nya melalui
bimbingan secara continue seperti pada pasien retardasi mental.
Ø Sistem bantuan sebagian ( Partially Compensasi System )
Merupakan sistem dalam pemberian perawatan diri secara sebagian
saja dan ditujukan kepada pasien yang memerlukan bantuan secara
minimal seperti pada pasien yang post operasi abdomen dimana pasien
ini memiliki kemampuan seperti cuci tangan, gosok gigi, cuci muka
akan tetapi butuh pertolongan perawat dalam ambulasi dan melakukan
perawatan luka.
Ø Sistem suportif dan edukatif.
Merupakan   sistem   bantuan   yang   diberikan   pada   pasien   yang
membutuhkan dukungan pendidikan dengan harapan pasien mampu
memerlukan   perawatan   secara   mandiri   .sistem   ini   dilakukan   agar
pasien   mampu   melakukan  tindakan   keperawatan   setelah  dilakukan
pembelajaran. Pemberian sistem ini dapat dilakukan pada pasien yang
memerlukan informasi dalam pengaturan kelahiran.
Ø Metode bantuan :
Perawat membantu klien dengan menggunakan system dan melalui
lima metode bantuan yang meliputi :
1.      Acting atau melakukan sesuatu untuk klien
2.      Mengajarkan klien
3.      Mengarahkan klien
4.      Mensupport klien

Untuk melaksanakan hal tersebut, lima area utama untuk praktek keperawatan
di diskripsikan sebagai berikut :
a. Masuk   kedalam   dan   memelihara   hubungan   perawat      klien   dengan
individu,   keluarga atau kelompok sampai klien  dapat diizinkan pulang
dari perawatan.
b. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan.
c. Merespon keperluan klien, keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak
dengan perawat dan asisten.
d. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan
sehari-hari klien, pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima,
atau   pelayanan   sosial   dan   penyuluhan   yang   dibutuhkan   atau   yang
diterima.

D.  Hubungan model dengan paradigma keperawatan
meliputi :
1. Manusia
Model orem membahas dengan jelas individu dan berfokus pada ide diri dan
perawatan diri . namun demikian seseorang dianggap paling eksklusif dalam
konteks ini, sedangkan kompleksitas perawatan manusia dan tindakan manusia
tiddak dipertimbangkan .
2. Lingkungan
Lingkungan   juga   dibahas   dengan  jelas   dalam  model   ini   .   namun,   hal   ini
terutama   dianggap   sebagai   situasi   tempat   terjadinya   perawatan   diri   atau
kurangnya perawatan diri .
3. Sehat dan Sakit
Ide ini juga terdapat dalam model tersebut, namun dibahas dalam kaitanya
dengan perawatan diri. Alasanya adalah bahwa jika individu dalam keadaan
sehat mereka dapat memenuhi sendiri deficit perawatan diri yang mereka alami.
4. Keperawatan
Model ini mebahas dengan cara yang jelas dan sistematik sifat dari keperawatan
dan kerangka kerja untuk memberikan asuhan keperawatan.Harus diketahui
bahwa   hal   tersebut   ditampilkan   dalam     entuk   pendekatan   mekanistik
berdasarkan pendekatan suportif-edukatif, kompensasi parsial, dan kompensasi
total . pendekatan tersebut merupakan pendekatan langsung yang dapat di tata
laksanakan. Karena hal itulah model ini sangat popular diantara para praktisi
yang   berpendapat   bahwa   model   yang   lebih   kompleks   sulit   untuk
diimplementasikan .

E.   Aplikasi Model Keperawatan Orem
Aplikasi Model Keperawatan Orem, dapat dilihat dari contoh kasus berikut:
Kasus: Tn. J (50 th), didiagnosis DM tipe 2. Dia memiliki riwayat hipertensi dan dia
seorang perokok berat (30 batang per hari). Perawatan yang dapat diberikan
kepada Tn. J berdasarkan model keperawatan Orem adalah:
1. Air (educative/supportif). Perawat harus mampu memberikan informasi
tentang hubungan hipertensi dengan merokok.
2. Water (educative/supportif). Perawat harus mampu meykinkan adanya
hydration-risk yang cukup dari polydipsia yang memicu hyperglycaemia
(kadar gula yang tinggi dalam darah)
3. Food (partial compensatory). Perawat memberikan diet yan cocok untuk
hipertensi dan diabetes, serta mengontrol gula darah setelah makan.
4. Elimination (educative/supporif). Klien membutuhkan monitoring.
5. Activity and Rest (adecative/ suportif). Perawat menginformasikan pada
pasien tentang kegiatan yang cocok untuk pasien diabetes.
6. Solitude and Social Interaction (partial compensatory).  Interaksi social
dengan perawat dapat memberikan perubahan interaksi dan tigkah sosial.
7. Hazard   Prevention   (partial   compensatory).   Perawat   memberikan
pendidikan pada pasien tentang kelebihan dan kekurangan pengobatan
yang akan diambil oleh pasien.
8. Promote  Normality  (partial   compensatory).  Perawat  diharapkan  dapat
membantu   pasien  untuk  mengembalikan   pola  hidup  pasien,  sehingga
menjadi normal kembali.

F. Tujuan Keperawatan Model Orem
Tujuan keperawatan pada model Orem"s secara umum adalah :
1. Menurunkan   tuntutan   self   care   pada   tingkat   dimana   klien   dapat
memenuhinya, ini berarti menghilangkan self care deficit.
2. Memungkinkan   klien   meningkatkan   kemampuannya   untuk   memenuhi
tuntutan self care.
3. Memungkinkan   orang   yang   berarti   (bermakna)   bagi   klien   untuk
memberikan asuhan dependen jika self care tidak memungkinkan, oleh
karenanya self care deficit apapun dihilangkan.
Jika ketiganya diatas tidak tercapai perawat secara langsung dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan self care klien.
Tujuan keperawatan pada model Orem's yang diterapkan kedalam praktek
keperawatan keluarga / komunitas adalah :
1. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara
terapeutik.
2. Menolong klien bergerak kearah tidakan-tidakan asuhan mandiri.
3. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang
mengalami gangguan secara kompeten.
Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada model orem's yang
diterapkan pada praktek keperawtan keluaga/komunitas adalah:
Ø Aspek interpersonal : hubungan didalam kelurga
Ø Aspek social : hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya.
Ø Aspek procedural : melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu
mengantisipasi perubahan yang terjadi
Ø Aspek tekhnis : mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang
dilakukan di rumah, misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.
BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Dengan   mempelajari     Model  konsep  atau   teori  keperawatan   self   care
mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self
care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehya sendiri kecuali jika tidak
mampu. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi
merawat   dirinya   sendiri   pada   tingkat   kemampuannya   dan   perawatan   dapat
menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. Keperawatan mandiri (self
care) menurut Orem's adalah : "Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan
dilakukan   oleh   individu   sendiri   untuk   memenuhi   kebutuhan   guna
mempertahankan   kehidupan,   kesehatan   dan   kesejahteraannya   sesuai   dengan
keadaan, baik sehat maupun sakit " (Orem's, 1980). Ada tiga macam teory self
care .serta   Untuk dapat menerapkan model konsep atau teori keperawatan ini
diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori
keperawatan   sehingga   diperoleh   kemampuan   tehnikal   dan   sikap   yang
therapeutik. 

B.        Saran
Sebaiknya   konsep   yang   telah   diketahui   oleh   seorang   perawat   dapat
diaplikasikan   dalam   kehidupan   sehari-harinya   terutama   dalam   praktik
keperawatan.



DAFTAR PUSTAKA
La Ode Jumadi Gaffar. 1999. Pengantar Keperawatan Professional. Jakarta : EGC.
  Potter, Patricia A, Perry, Anne Griffin. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta :
EGC
 Lynn Basford, Oliver Slevin. 2006. Teori dan Praktek Keperawatan. Jakarta : EGC.
 Aziz Alimut Hidayat. 2004. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medica.
 Ratna Si Torus. 2005. Model Praktek Keperawatan Profesional. Jakarta : EGC.
 Potter, Perry. 2006. Fundamentak Keperawatan. Jakarta : EGC.


Model Dan Konsep Keperawatan Menurut Virgina Henderson




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan banyak hikmatnya kepada kami sehingga kami mampu menyelesaikan makalah dengan mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan yang membahas tentang “Model dan Konsep Keperawatan menurut Virginia Henderson“.
Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah pembelajaran Konsep Dasar Keperawatan tetapi juga untuk pedoman pembelajaran bagi kami sebagai Mahasiswa Keperawatan.
 Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun, namun, hanya lebih pendekatan pada studi banding atau membandingkan beberapa materi yang sama dari berbagai referensi dan sumber-sumber yang semoga bisa memberi tambahan pada hal yang terkait dengan pembahasan Sistem Limfatik dan Imunitas.
 Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan yang harus kami lengkapi. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari Dosen, teman-teman dan juga pembaca sekalian demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi kita semua dan bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Terimakasih. . .




                                                                                        Penulis


                                                                                                            Achyun S. Lampedu












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                          ...............................................................................   i
DAFTAR ISI                                        ...............................................................................   ii

BAB I  PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang                               ................................................................................  1
2.      Perumusan Masalah                      ................................................................................  1
3.      Tujuan Penulisan                            ................................................................................  2
4.             Manfaat Penulisan                             ................................................................................  4
5.             Metode Penulisan                              ................................................................................  4

BAB II PEMBAHASAN
1.          Sejarah Singkat Dan Mode Konsep Keperawatan Virginia
Henderson                                         ...............................................................................   5
2.          Definisi Keperawatan Menurut
Virginia Henderson                           ...............................................................................   5
3.          Model Keperawatan Virginia
Henderson                                         ...............................................................................   6
4.          Hubungan Model dengan
Paradigma Keperawatan                  ...............................................................................   8
5.          Konsep Utama Teori Henderson       ................................................................................  8
6.          Keyakinan dan Tata Nilai Teori
Henderson                                         ................................................................................  11
7.          Penegasan-Penegasan Teorotis        ................................................................................  11
8.          Aplikasi Teori Henderson dalam
Proses Keperawatan                         ................................................................................  12
9.          Tujuan Keperawatan Menurut
Henderson                                         ................................................................................    12
10.      Karakteristik Bekerja Menurut
Teori Virginia Henderson                 ................................................................................    13

BAB III PENUTUP 
  Kesimpulan                                                 ................................................................................  16
  Saran                                               ................................................................................  16
           
DAFTAR PUSTAKA                            ................................................................................  17


BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang
          Virginia Henderson mendefinisikan keperawatan sebagai “penolong individu, saat sakit atau sehat, dalam melakukan kegiatan tersebut yang bertujuan untuk kesehatan, pemulihan , atau kematian yang damai dan individu akan dapat melakukannya sendiri jika mereka mempunyai kakuatan, keinginan, atau pengetahuan”(Harmer dan Henderson, 1955; Henderson, 1996). Proses keperawatan mencoba melakukan hal tersebut dan tujuannya adalah kebebasan. Henderson dalam teorinya mengategorikan empat belas kebutuhan dasar semua orang dan mengikutsertakan fenomena dari ruang lingkup klien berikut ini : fisiologis, psikologis, sosiokultural, spiritual, dan perkembangan. Bersama perawat dan klien bekerjasama untuk mendapatkan semua kebutuhan dan mencampai tujuannya, tujuan keperawatan menurut Virginia Henderson 1955 bekerja secara bebas dengan pekerja pelayan kesehatan lainnya (Tomey dan Alligood, 2006), membantu klien mendapatkan kekuatannya lagi. Dan latar belakang untuk praktik menurut Henderson yaitu perawat membantu klien melaksanakan empat belas dasar kebutuhan Henderson, 1966.
         
I.2 Perumusan Masalah
1.    Apa definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson ?
2.    Bagaimana model keperawatan menurut Virginia Henderson ?
3.    Apa hubungan antara model dengan paradigma keperawatan ?
4.    Apa saja konsep utama teori Virginia Henderson ?
5.    Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson ?
6.    Bagaimana mengaplikasi teori Henderson dalam proses keperawatan ?
7.    Apakah tujuan keperawatan menurut Virginia Henderson ?



I.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menetahui :
1.    Definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson
2.    Model keperawatan menurut Virginia Henderson
3.    Hubungan antara model dengan paradigma keperawatan
4.     Macam-macam konsep utama teori Virginia Henderson
5.    Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson
6.    Sistem aplikasi teori Henderson dalam proses keperawatan
7.    Tujuan dari keperawatan menurut Virginia Henderson


I.4 Manfaat Penulisan
          Dapat meningkatkan pengetahuan tentang teori keperawatan menurut Virginia Henderson. Serta menambah bahwa pentingnya mempelajari teori ini untuk melaksanakan praktik keperawatan.

I.5 Metode Penulisan
ü Studi pustaka dengan mencari buku-buku yang berhubungan dengan teori keperawatan menurut Virginia Henderson
ü Pencarian data melalui internet dan translate
ü Proses penulisan makalah
ü Penyuntingan dan pengetikan






















BAB II
PEMBAHASAN


II.1 Sejarah Singkat Dan Model Konsep Keperawatan Menurut Virginia Henderson
          Virginia Henderson lahir di Kansas City, Missouri pada 1897. Ia tertarik dengan keperawatan selama Perang Dunia I karena keinginannya untuk membantu personel militer yang sakit atau terluka. Pada tahun 1918, ia belajar keperawatan di Sekolah Perawat Militer di Washington, D.C. dan lulus pada 1921. Kemudian, ia meraih gelar B.S. dan M.A. di bidang pendidikan keperawatan tahun 1926. Sejak 1953, ia menjadi asosiet riset di Yale UniversitySchool of Nursing. Ia menerima gelar Honorary Doctoral dari Catholic University of America, Pace University, University of Rochester, University of Western Ontario, dan Yale University. Bukunya yang di publikasikan antara lain The Nature of Nursing (1960), Basic Principles of Nursing Care (1960), dan The Principles and Practice of Nursing (1939).
          Model konsep keperawatan dijelasakan oleh Virginia Henderson adalah model konsep aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji individu baik yang sakit ataupun sehat dengan memberikan dukungan kepada kesehatan, penyembuhan serta agar meninggal dengan damai.
          Pemahaman konsep tersebut dengan didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilikinya diantaranya : pertama, manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan; kedua, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh polah asuh, lingkungan dan kesehatan; ketiga, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktivitas, belum dapat melaksanakan aktivitas dan tidak dapat melakukan aktivitas.

II.2 Definisi Keperawatan Menurut Virginia Henderson
          Virginia Henderson memperkenalkan definition of nursing (definisi keperawatan). Definisinya mengenai keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya. Ia menyatakan bahwa definisi keperawatan harus menyertakan prinsip kesetimbangan fisiologis. Definisi ini dipengaruhi oleh persahabatan Henderson dengan seorang ahli fisiologis bernama Stackpole. Henderson sendiri kemudian mengemukakan sebuah definisi keperawatan yang ditinjau dari sisi fungsional. Menurutnya, tugas unik perawat adalah membantu individu, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, melalui upayanya melaksanakan berbagai aktifitas guna mendukung kesehatan dan penyembuhan individu atau proses meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat ia memiliki kekuatan, kemampuan, kemauan, atau pengetahuan untuk itu. Di samping itu, Henderson juga mengembangkan sebuah model keperawatan yang dikenal dengan “The Actifities of Living”. Model tersebut menjelaskan bahwa tugas perawat adalah membantu individu dalam meningkatkan kemandiriannya secepat mungkin. Perawat menjalankan tugasnya secara mandiri, tidak tergantung pada dokter. Akan tetapi, perawat tetap menyampaikan rencananya pada dokter sewaktu mengunjungi pasien.

II.3 Model Keperawatan Virginia Henderson
          Virginia Henderson adalah ahli teori keperawatan yang penting yang telah memberi pengaruh besar pada keperawatan sebagai profesi yang mendunia. Ia membuat model konseptualnya pada awal 1960-an, ketika profesi keperawatan mulai mencari identitasnya sendiri. Masalah intinya adalah apakah perawat cukup berbeda dari profesi lain dalam layanan kesehatan dalam hal kinerja. Pertanyaan ini merupakan hal yang penting sampai 1950-an, perawat lebih sering melakuakan instruksi dokter. Virginia Henderson adalah orang pertama yang mencari fungsi unik dalam keperawatan.
Pada saat ia menulis pada 1960-an ia dipengaruhi oleh aspek negatif dan positif dari praktik keperawatan pada masa itu. Hal tersebut mencakup:

1.      Autoritarian dan struktur hierarki di rumah sakit
2.      Sering terdapat fokus satu pihak yaitu pada penyembuhan gangguan fungsi fisik semata
3.      Fakta bahwa mempertahankan kontak pribadi dengan pasien merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan pada masa itu
4.      Adanya keanekaragaman pengalaman yang ia miliki selama karier keperawatannya di Amerika Serikat di berbagai bidang layanan kesehatan

Selain keinginan untuk menemukan fungsi unik dari kaperawatan, perubahan sosial tidak diragukan lagi memainkan peranan besar dalam perkembangan pandangan dan ide-idenya. Sebagai contoh, bukanlah suatu kebetulan bahwa ilmi perilaku memiliki pengaruh besar pada pandangan dan pendapat kita tentang masyarakat pada 1960-an. Oleh karena itu inisiatifnya diarahkan pada memberikan perhatian lebih pada aspek-aspek psikososial dari perawatan pasien. Virginia Henderson diminta untuk mempublikasikan model konseptual oleh International Council of Nurses (ICN).
Konstribusi penting oleh Henderson (1966) adalah definisi keperawatan berikut yang saat ini menjadi definisi yang sudah diterima secara umum :
“Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu individu, sehat atau sakit, dalam hal memberikan kesehatan atau pemulihan (kematian yang damai) yang dapat ia lakukan tanpa bantuan jika ia memiliki kekuatan, kemauan, atau pengetahuan. Dan melakukannya dengan cara tersebut dapat membantunya mendapatkan kemandirian secepat mungkin.”
          Henderson sangat dipengaruhi oleh Edward Thorndyke, yang banyak melakukan penelitian dalam bidang kebutuhan manusia. Berdasarkan teori-teori Thorndyke dan definisinya sendiri tentang keperawatan, Henderson memberi tugas keperawatan menjadi empat belas jenis tugas yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pembagian asuhan keperawatan menjadi empat belas kebutuhan manusia ini menjadi pilar dari model keperawatannya. Ia menyatakan bahwa :
·         Perawat harus selalu mengakui bahwa terdapat pola kebutuhan pasien yang harus dipenuhi
·         Perawat harus selalu mencoba menempatkan dirinya pada posisi pasien sebanyak mungkin.
          Sayangnya, tidak selalu memungkinkan bagi seseorang untuk menempatkan diri pada posisi pasien, dan kalaupun memungkinkan hal tersebut tidak selalu pas. Pada situasi ini kebutuhan pasien sulit untuk dipenuhi.
          Ketika Henderson berbicara mengenai kebutuhan, ia merujuk pada semua kebutuhan dasar dari setiap manusia. Agar perawat dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, diperlukan asuhan keperawatan dasar.
Oleh karena itu Henderson menyimpulkan bahwa asuhan keperawatan dasar ada pada setiap situasi keperawatan. Situasi tersebut sebagai contoh adalah :
·         Rumah sakit umum
·         Rumah sakit jiwa
·         Institusi untuk penderita cacat mental
·         Rumah perawatan
·         Keperawatan distrik
·         Perawatan di rumah
          Jadi menurut Henderson, lapangan kerja perawat tidak terbatas hanya di rumah sakit umum. Henderson juga menekankan pada pentingnya merencanakan asuhan. Dalam modelnya ia menggambarkan rencana keperawatan, metode skematik untuk pengawasan asuhan. Perencanaan yang cermat akan mengklarifikasi hal-hal berikut :
·         Urutan aktifitas yang harus dilakukan
·         Aktifitas perawat yang harus dan tidak boleh dilakukan
·         Perubahan-perubahan yang harus dibuat

                   Kita dapat meringkas prinsip-prinsip dasar dari model Henderson sebagai berikut :
·         Fungsi unik dari keperawatan
·         Upaya pasien ke arah kemandirian
·         Asuhan keperawatan dasar berdasarkan kebutuhan dasar
·         Perencanaan asuhan yang akan diberikan
            Prinsip-prinsip dasar tersebut menandai era baru bagi keperawatan. Perawat menyadari fungsi dan keunikannya, dan kesadaran ini menandai era baru ketika profesi mulai menelan sifat aktual dari kerja keperawatan secara lebih kritis dari sebelumnya. Komitmen menuju kemandirian dan autonomi pada pasien juga menandai era baru tersebut. Sebelumnya, terdapat kecenderungan bagi perawat untuk mencoba melakukan semuanya bagi pasien. Penggunaan kerangka kerja berdasarkan kebutuhan untuk membimbing pemberian asuhan dan terutama penekanan pada kebutuhan untuk merencanakan asuhan merupakan prinsip yang sama pentingnya, karena menandai mulainya perawat berpikir secara konstruktif tentang pekerjaannya.
          Secara umum, aktifitas keperawatan harus didukung atau ditentukan oleh tindakan  dari dokter.

II.4 
Hubungan Model dengan Paradigma Keperawatan
1.        Manusia
          Individu sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan: jiwa dan raga adalah satu kesatuan. Lebih lanjut lagi, indifidu dan keluarganya dipandang sebagai unit tunggal. Setiap manusia harus berupaya untuk memepertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional.
2.        Lingkungan
          Henderson mendefinisikan lingkungan sebagai seluruh faktor eksternal dan kondisi yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia.
3.        Sehat dan Sakit
          Sehat adalah kualitas hidup tertentu, yang oleh Henderson dihubungkan dengan kemandirian. Karakteristik utama dari sakit, adalah ketergantungan dan berbagai tingkat inkapasitas individu (sekarang pasien) untuk memuaskan kebutuhan manusianya. Menganggap bahwa sehat adalah kemandirian dan sakit adalah ketergantungan dapat dipandang sebagai simplifikasi. Dapat juga dikatakan bahwa sakit adalah keterbatasan kemandirian.
4.        Keperawatan
          Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu individu, baik apakah ia sakit atau sehat, dalam peran tambahan atau peran pendukung. Tujuan dari keperawatan adalah untuk membantu individu memperoleh kembali kemandiriannya sesegera mungkin. Namun demikian, keputusan Henderson untuk meningkatkan kemandirian dan hanya melakukan sesuatu untuk pasien jika ia tidak dapat melakukannya sendiri tidak disetujui oleh profesi sebagai prinsip dasar asuhan keperawatan sebelum Henderson menjelaskannya lebih lanjut.

II.5 Konsep Utama Teori Henderson
          Konsep utama dalam teori Henderson mencakup manusia, keperawatan, kesehatan, dan lingkungan.
1.        Manusia
          Henderson melihat manusia sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk meraih kesehatan, kebebasan, atau kematian yang damai, serta bantuan untuk meraih kemandirian. Menurut Henderson, kebutuhan dasar manusia terdiri atas 14 komponen yang merupakan komponen penanganan perawatan. Keempatbelas kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1.        Bernapas secara normal
2.        Makan dan minum dengan cukup.
3.        Membuang kotoran tubuh.
4.        Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan.
5.        Tidur dan istirahat.
6.        Memilih pakaian yang sesuai.
7.        Menjaga suhu tubuh tetab dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan.
8.        Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat serta serta melindungi integumen.
9.        Menghindari bahaya lingkungan yang bisa melukai.
10.    Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan, rasa takut, atau pendapat.
11.    Beribadah sesuai dengan keyakinan.
12.    Bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur prestasi.
13.    Bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi.
14.    Belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia.
            Keempatbelas kebutuhan dasar manudia di atas dapat di klarifikasikan menjadi empat kategori, yaitu komponen kebutuhan biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual. Kebutuhan dasar poin a-itermasuk komponen kebutuhan biologis, poin j dan n termasuk komponen kebutuhan psikologis, poin k termasuk kebutuhan spiritual, dan komponen l dan m termasuk komponen kebutuhan sosiologis.
            Henderson juga menyatakan bahwa pikiran dan tubuh manusia tidak dapat dipisahkan satu sama lain (inseparable). Sama halnya dengan klien dan keluarga, mereka merupakan satu kesatuan (unit).
          Menurut Henderson, keempatbelas kebutuhan dasar yang harus menjadi fokus asuhan keperawatan dipengaruhi oleh :
-          Usia
-          Kondisi emosional (mood dan temperamen)
-          Latar belakang sosial dan budaya
-          Kondisi fisik dan mental, termasuk : berat badan; kemampuan dan ketidakmampuan sensorik, kemampuan dan ketidakmampuan lokomotif; status mental.
2.  Keperawatan
          Perawat mempunyai fungsi unik untuk membantu individu, baik dalamkeadaan sehat maupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan, perawat mempunyai fungsi independence di dalam penanganan perawatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia (14 komponen di atas). Untuk menjalankan fungsinya, perawat harus memiliki pengetahuan biologis maupun sosial.


3.  Kesehatan
          Sehat adalah kualitas hidupyang menjadi dasar seseorang dapat berfungsi bagi kemanusiaan. Memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit. Untuk mencapai kondisi sehat, diperlukan kemandirian dan saling ketergantungan. Individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki kekuatan, kehendak, serta pengetahuan yang cukup.
4.  Lingkungan
             Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aspek lingkungan.
a.    Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, namun kondisi sakit akan menghambat kemampuan tersebut.
b.    Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera mekanis.
c.    Perawat harus memiliki pengetahuan tentang keamanan lingkungan.
d.    Dokter menggunakan hasil observasi dan penilaian perawat sebagai dasar dalam memberikan resep.
e.    Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya luka melalui saran-saran tentang konstruksi bangunan dan pemeliharaannya.
f.     Perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan praktik keagamaan untuk memperkirakan adanya bahaya.
          Dalam pemberian layanan kepada klien, terjalin hubungan antara perawat dan klien. Menurut Henderson, hubungan perawat-klien terbagi dalam tiga tingkatan, mulai dari hubungan sangat bergantung hingga hubungan sangat mandiri.
1.    Perawat sebagai pengganti (subtitute) bagi pasien.
2.    Perawat sebagai penolong (helper) bagi pasien.
3.    Perawat sebagai mitra (partner) bagi pasien.
          Pada situasi pasienyang gawat, perawat berperan sebagai pengganti (subtitute) di dalam memenuhi kekurangan pasien akibat kekuatan fisik, kemampuan, atau kamauan pasien yang berkurang. Di sini perawat berfungsi untuk “melengkapinya”. Setelah kondisi gawat berlalu dan pasien berada pada fase pemulihan, perawat berperan sebagai penolong (helper) untuk menolong atau membantu pasien mendapatkan kembali kemandiriannya. Kemandirian ini sifatnya relatif, sebab tidak ada satu pun manusia yang tidak bergantung pada orang lain. Meskipun demikian, parawat berusaha keras saling bergantung demi mewujudkan kesehatan pasien. Sebagai mitra (partner), perawat dan pasien bersama-sama merumuskan rencana perawatan bagi pasien. Meski diagnosisnya berbeda, setiap pasien memiliki kebituhan dasar yang harus dipenuhi. Hanya saja, kebutuhan dasar tersebut dimodifikasiberdasarkan kondisi patologis dan faktor lainnya, seperti usia, tabiat, kondisi emosional, status sosial atau budaya, serta kekuatan fisik dan intelektual.
          Kaitannya dengan hubungan perawat-dokter, Henderson berpendapat bahwa perawat tidak boleh selalu tunduk mengikuti perintah dokter. Henderson sendiri mempertanyakan filosofi yang membolehkan seorang dokter  memberi perintah kepada pasien atau tenaga kesehatan lainnya. Tugas perawat adalah membantu pasien dalam melakukan manajemen kesehatan ketika tidak ada tenaga dokter. Rencana perawatan yang dirumuskan oleh perawat dan pasien harus dijalankan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rencana pengobatan yang ditentukanoleh dokter. Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Henderson dapat digambarkan sebagai berikut.

II.6 Keyakinan dan Tata Nilai Teori Henderson
                                   Perawat                                           Pasien
                                                                                 
                                                              Dokter

          Fokus keperawatan pada teori Henderson adalah klien yang memiliki keterkaitan hidup secara individual selama daur kehidupan, dari fase ketergantungan hingga kemandirian sesuai dengan usia, keadaan, dan lingkungan. Perawat merupakan penolong utama klien dalam melaksnakan aktifitas penting guna memelihara dam memulihkan kesehatan klien atau mencapai kematian yang damai. Bantuan ini dinerikan oleh perawat karena kurangnya pengetahuan, kekuatan, atau kemauan klien dalam melaksanakan 14 komponen kebutuhan dasar.

II.7 Penegasan-Penegasan Teorotis
Ø Hubungan Perawat dengan Pasien
Tiga tingkatan hubungan perawat pasien dapat di kenali :
1. Perawat sebagai substitute (pengganti) bagi pasien.
2. Perawat sebagai helper (penolong).
3. Perawat sebagai partner (rekan) dengan pasien.
          Pada saat-saat penyakitnya gawat, perawat kelihatan sepertipengganti apa-apa yang pasien kekurangan untuk membuatnya menjadi lengkap, utuh, atau bebas karena berkurangnya kekuatan fisik, kemauan atau pengatahuan. Selama kondisi pemulihan (convalescence), perawat membantu pasien meraihatau mendapatkan kembali kemandiriannya. Henderson menyatakan kemandirian adalah yang relatif. Tidak ada satupun dari kata tidak bergantung dengan yang lain, tetapi kita berusaha keras bagi saling bergantung meraih kesehatan, bukan bergantung dalam sakit. Perawat harus bisa mencermati tidak hanya kebutuhan-kebutuhan pasien, tetapi juga kondisi-kondisi tersebut dan kondisi patologis yang merubahnya.
          Perawat dapat mengubah lingkungan dimana dia anggap perlu. Henderson percaya di setiap situasi para perawat yang mengetahui reaksi-reaksi fisiologis dan psikologis terhadap suhu dadan, cahaya dan warna.
          Perawat dan pasien selalu berusaha mencapai satu tujuan, apakah berupa kesembuhan atau kematian yang damai. Salah satu tujuan perawat harus menjaga hari-hari pasien senormal mungkin. Menjadikan sehat adalah tujuan penting alinnya oleh si perawat.

Ø Hubungan Perawat Dokter
Henderson menuntut tugas unik yang di miliki perawat dari para dokter. Rencana perawatan, yang di rumuskan oleh perawt dan pasien bersama-sama, harus di jalankan dengan suatu cara untuk mengusulkan rencana pengobatan yang di tentukan dokter.
Perawat sebagai anggota tim medis. Pekerjaan-pekerjaan perawat saling bergantungan dengan pekerja-pekerja kesehatan lainnya. Perawat dan anggota tim lainnya saling membantu menjalankan program perawatan penuh, tetapi mereka sebaiknya tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan milik orang lain. Henderson mengingatkan kita tidak seorang pun di dalam tim memberi beban kepada anggota lainnya, dimana siapapun mereka tidak sanggup untuk melakukan tugas khususnya tersebut.

II.8 
Aplikasi Teori Henderson dalam Proses Keperawatan
          Definisi ilmu keperawatan Henderson dalam kaitannya dengan praktik keperawatan  menunjukkan bahwa perawat memiliki tugas utama sebagai pemberi asuhan keperawatan langsung kepada pasien. Manfaat asuhan keperawatan ini terlihat dari kemajuan kondisi pasien, yang semula bergantung pada orang lain menjadi mandiri. Perawat dapat membantu pasien beralih dari kondisi bergantung (dependent) menjadi mandiri (independent) dengan mengkaji, merencanakan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi 14 komponen penanganan perawatan dasar.
          Pada tahap penilaian (pengkajian), perawat menilai kebutuhan dasar pasien berdasarkan 14 komponen di atas. Dalam mengumpulkan data, perawat menggunakan metode observasi, indra penciuman, peraba, dan pendengaran. Setalah data terkumpul, perawat menganalisis data tersebut dan membandingkannya dengan pengetahuan dasar tentang sehat-sakit. Hasil analisis tersebut menentukan diagnosis keperawatan yang akan muncul. Diagnosis keperawatan, menurut Henderson, dibuat dengan mengenali kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhannya-dengan atau tanpa bantuan-serta dengan mempertimbangkan kekuatan atau pengetahuan yang dimiliki individu.
          Tahap perencanaan, menurut Henderson, meliputi aktivitas penyusunan rencana perawatan sesuai kebutuhan individu-termasuk di dalamnya perbaikan rencana jika ditemukan adanya perubahan-serta dokumentasi bagaimana perawat membantu individu dalam keadaan sakit atau sehat. Selanjutnya, pada tahap implementasi, perawat membantu individu memenuhi kebutuhan dasar yang telah disusun dalam rencana perawatan guna memelihara kesehatan individu, memulihkannya dari kondisi sakit, atau membantunya meninggal dalam damai. Intervensi yang diberikan perawat sifatnya individual, bergantung pada prinsip fisiologis, usia, latar belakang budaya, keseimbangan emosional, dan kemampuan intelektual serta fisik individu. Tarakhir, perawat mengevaluasi pencapaian kriteria yang diharapkan dengan menilai kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

II.9 Tujuan Keperawatan Menurut Henderson
          Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan oleh Handerson adalah untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan kesehatan dan membantu klien untuk mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. Dimana pasien merupakan mahluk sempurna yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultural, dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar (Aplikasi model konseptual keperawatan, Meidiana D). Menurut Handerson peran perawat adalah menyempurnakan dan membantu mencapai kemampuan untuk mempertahankan atau memperoleh kemandirian dalam memenuhi empat belas kebutuhan dasar pasien. Factor menurunnya kekuatan, kemauan dan pengetahuan adalah penyebab kesulitan pasien dalam memperoleh kemandiriannya. Untuk itu diperlukan fokus intervensi yaitu mengurangi penyebab dimana pola intervensinya adalah mengembalikan, menyempurnakan, melengkapi, menambah, menguatkan kekuatan, kemauan, dan pengetahuan.

II.10 Karakteristik Bekerja Menurut Teori Virginia Henderson
          Henderson menulis definisi dari keperawatan sebelum pengembangan konsep dan teori tentang keperawatan. Niatnya adalah untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi khusus perawat untuk melakukan dan menjelaskan dasar teoritis dalam praktik keperawatan. Namun demikian, beberapa ciri dari teori dibahas dalam capter 1 dapat diterapkan untuk bekerja Henderson.
1.    Teori ini dapat menjadi konsep sedemikian rupa untuk menciptakan cara berbeda dalam memandang suatu fenomena tertentu.
          Henderson menggunakan konsep kebutuhan dasar manusia, biophysiology, budaya, dan komunikasi interaksi. Konsep-konsep yang dipinjam dari disiplin lain daripada yang unik untuk keperawatan. Di satu sisi, orang mungkin melihat koleksi-konsep ini sebagai teori tingkat menengah sejak menggambarkan praktik keperawatan adalah tujuan utama dari Henderson.
          Kebutuhan manusia Hierarki Maslow cocok dengan empat belas komponen dasar. Sembilan komponen pertama adalah kebutuhan fisiologis dan keamanan. Sisa lima komponen berurusan dengan cinta dan memiliki, penghargaan sosial, dan kebutuhan aktualisasi diri. Henderson menggunakan konsep biophysiological ketika dia menekankan pentingnya fisiologi dan saldo fisiologis dalam membuat keputusan tentang perawatan. Konsep budaya karena mempengaruhi kebutuhan manusia adalah belajar dari keluarga dan kelompok-kelompok sosial lainnya. Karena itu, Henderson menunjukkan bahwa perawat tidak mampu untuk sepenuhnya menginterpretasikan atau menyediakan semua persyaratan untuk individu kesejahteraan. Paling-paling hanya perawat dapat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan manusia.
          Konsep interaksi-komunikasi dapat dilihat dalam tulisan-tulisan Henderson. Dia percaya kepekaan terhadap komunikasi nonverbal adalah penting untuk mendorong ekspresi perasaan. Selain prasyarat untuk memvalidasi kebutuhan pasien adalah hubungan perawat-pasien construktive. Seperti disebutkan sebelumnya, beberapa konsep dapat diidentifikasi dari definisi keperawatan dan empat belas komponen perawatan.
Setiap konsep ini dapat saling terkait untuk menggambarkan keperawatan seperti yang dilihat oleh Henderson. Dengan demikian, ia menciptakan cara baru untuk memahami hubungan beberapa konsep dalam definisi nya keperawatan. Bagaimana konsep-konsep saling masih harus diuji.
2.    Teori harus logis di alam.
          Definisi Henderson dan komponen yang logis. Perawat membantu individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berkontribusi terhadap kesehatan, pemulihan, atau kematian yang damai dan mendorong kemandirian secepat mungkin. Empat belas komponen panduan bagi individu dan perawat dalam mencapai tujuan yang dipilih. Komponen mulai dengan fungsi fisiologis dan pindah ke aspek psikososial yang dapat menyampaikan bahwa operasi tubuh merupakan prioritas ke status emosional atau kognitif.
3.    Teori harus digeneralisasikan secara relatif dan sederhana.
          Hendersons yang bekerja relatif sederhana namun digeneralisasikan dengan beberapa keterbatasan. Karyanya dapat diterapkan pada kesehatan individu dari segala usia. Perawat berfungsi di berbagai tingkat dan dalam berbagai budaya telah menggunakan definisi Henderson dan komponen dalam praktek mereka. Sebuah kelemahan penting adalah kurangnya pengujian empiris untuk menentukan generalisasi definisi dan empat belas komponen.

4.     Teori dapat menjadi basis untuk hipotesis yang dapat diuji.
          Henderson definisi keperawatan tidak dapat dilihat sebagai sebuah teori, oleh karena itu, adalah mustahil untuk menghasilkan hipotesis. Namun, beberapa pertanyaan untuk menyelidiki definisi keperawatan dan empat belas komponen mungkin berguna. Beberapa contoh pertanyaan-pertanyaan ini:
·       Apakah urutan empat belas komponen diikuti oleh perawat di Amerika Serikat dan          negara-negara lain?
·       Apa prioritas yang jelas dalam penggunaan fungsi keperawatan dasar?
·       Apakah perawat awalnya memberikan perawatan untuk menyajikan masalah                  medis dan kemudian menggunakan fungsi yang unik?
·       Yang daerah khusus klinis praktik keperawatan menyertakan atau mengecualikan            komponensepuluh lewat empat belas?
          Henderson adalah seorang penganjur untuk melakukan penelitian di keperawatan. Dia nikmat penelitian diarahkan untuk meningkatkan praktek daripada yang dilakukan sebagai usaha akademis atau teoritis.
     5.  Teori berkontribusi dan membantu dalam meningkatkan tubuh secara umum                        pengetahuan dalam disiplin melalui penelitian dilaksanakan untuk memvalidasi                         mereka.        
          Ide Henderson praktik keperawatan diterima dengan baik di seluruh dunia sebagai dasar untuk perawatan. Namun, dampak dari definisi dan komponen belum ditetapkan melalui penelitian. Studi empiris yang dirancang dengan baik diperlukan untuk menentukan kontribusi Hendersons untuk pengetahuan tentang praktek keperawatan di seluruh dunia dan hasil pasien. Hal ini akan membantu memvalidasi keyakinan Henderson tentang fungsi unik dari keperawatan.
     6. Teori dapat dimanfaatkan oleh praktisi untuk membimbing dan meningkatkan                              praktek mereka.
          Idealnya, perawat akan meningkatkan praktik keperawatan dengan menggunakan definisi Henderson dan empat belas komponen untuk meningkatkan kesehatan individu dan dengan demikian mengurangi penyakit. Hasil akhir yang diinginkan akan menjadi ukuran tingkat pemulihan, promosi kesehatan dan pemeliharaan, atau kematian yang damai.
     7. Teori harus konsisten dengan teori valideted lainnya, hukum, dan prinsip-prinsip                           tetapi akan meninggalkan pertanyaan tak terjawab terbuka yang perlu diselidiki.
          Ada potensi untuk perbandingan untuk definisi Henderson dan komponen dengan teori divalidasi, hukum, dan prinsip-prinsip. Konsep kebutuhan dasar manusia, budaya, kemandirian, dan interaksi-komunikasi secara luas diteliti oleh peneliti perawat serta mereka dalam disiplin sosial dan psikologis. Pada 1980-an, Henderson menulis keperawatan yang harus menerima tanggung jawab untuk melakukan investigasi pada praktek keperawatan. Selanjutnya, fokus harus pada pengukuran kesejahteraan konsumen, kepuasan, dan efektivitas biaya.

BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
          Konsep keperawatan yang dirumuskan oleh Virginia Henderson dalam definisinya tentang teori keperawatan dan empat belas komponen asuhan keperawatan dasar, tidak rumit dan cukup jelas. Oleh karena itu, dapat digunakan sebagai panduan untuk praktik keperawatan oleh sebagian besar perawat tanpa kesulitan. Banyak idenya disajikan dan digunakan di seluruh dunia baik di negara maju maupun negara berkembang untuk memandu kurikulum keperawatan dan praktek. Hal ini divalidasi oleh permintaan untuk publikasi ICN, yang pada 1972 berada di cetakan ketujuh.
          Jika saran dapat dibuat untuk meningkatkan konsep keperawatan Henderson, itu adalah penggabungan teori. Sebagai contoh, akan menarik untuk melihat bagaimana holisme atau teori sistem umum menjelaskan hubungan antara komponen asuhan keperawatan dasar. Konfirmasi dari ada tidaknya daftar komponen yang diprioritaskan diperlukan untuk memperjelas apa yang perawat harus dilakukan jika masalah yang diajukan adalah selain fisik.
          Mengingat waktu di mana Henderoson dipublikasikan kepada definisi keperawatan, ia pantas banyak mendapat pujian sebagai pemimpin dalam pengembangan praktik keperawatan, pendidikan, dan, lisensi. Karyanya harus dianggap sebagai awal dan dorongan bagi perawat mengejar gelar akademis tertinggi. Ini sangat penting untuk analisis praktik keperawatan dan untuk mengidentifikasi dan menguji teori dasar untuk perawatan pasien.

III.2 Saran
          Diharapkan kepada pembaca agar lebih banyak lagi mempelajari tentang teori-teori keperawatan yang lain. Setelah mengetahui pengetahuan tentang teori keperawatan menurut Virginia Henderson yang telah diuraikan dalam makalah ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami teori ini, karena teori ini juga sangat penting bagi perawat untuk menjelenkan praktik keperawatan. 












DAFTAR PUSTAKA



-            Asmadi, Ns. S. Kep. 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.
-            Basford, Lynn dan Slevin, Oliver. 2006. Teori dan Praktik Keperawatan.Jakarta : Penerbit Buku Kedokterran ECG.
-            Si Torus, DR. Ratna S. Kp, M. App, Sc. 2005. Model Praktik KeperawatanProfesional di Rumah Sakit. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.
-            Hidayat, A. Aziz Alimul. 2004. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika.
-            Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.
-            Harmer, B., & Henderson, V. A. 1955. Buku dari prinsip dan praktikkeperawatan. New York:Macmillan.
-            www.google.com


Kecanduan Game